Cara Merawat Boiler dengan Standar Kualitas Air Umpan

Boiler (ketel uap) adalah aset krusial di industri: dari pabrik kelapa sawit, makanan, tekstil, hingga pembangkit listrik. Cara paling efektif merawatnya adalah dengan menjaga kualitas air umpan boiler secara ketat. 

Boiler (ketel uap) adalah aset krusial di industri: dari pabrik kelapa sawit, makanan, tekstil, hingga pembangkit listrik. Cara paling efektif merawatnya adalah dengan menjaga kualitas air umpan boiler secara ketat. Mengapa? Air yang buruk menyebabkan korosi, kerak, carry over, hingga kerusakan permanen bahkan risiko ledakan karena uap mengembang hingga 1.600 kali saat dipanaskan.

Dengan mengikuti standar kualitas air, boiler bisa beroperasi aman, efisien, dan umurnya lebih panjang. Berikut panduan lengkapnya.

Mengapa Kualitas Air Sangat Penting untuk Boiler?

  • Korosi: Oksigen & pH salah → karat cepat merusak dinding boiler & pipa.
  • Kerak & Scale: Hardness & silika tinggi → endapan keras menghambat panas, boros bahan bakar.
  • Carry Over: Padatan terbawa uap → kerak di turbin/pipa uap, kontaminasi produk.
  • Caustic Gouging: pH terlalu tinggi → NaOH berlebih rusak lapisan pelindung magnetite besi, bisa sampai hydrogen damage.

Standar umum di Indonesia mengacu pada ASME, ABMA, dan praktik industri lokal (boiler tekanan rendah-menengah sering pakai rentang ini).

Baca Juga: Dosing Pump: Solusi Presisi untuk Efisiensi Industri Modern

Standar Kualitas Air Umpan Boiler yang Wajib Dipenuhi

Parameter utama (untuk boiler tekanan rendah-menengah